Minggu, 21 Februari 2010


Kebahagiaan Datang dari Diri sendiri

Orang bahagia tidak terus menerus sukses.Demikian pula sebaliknya,
Orang tidak bahagia tidak terus menerus gagal.padahal
Beragam penelitian menunjukkan bahwa orang bahagia dan tidak bahagia cenderung memiliki
Pengalaman hidup yang serupa.Bedanya rata – rata orang tidak bahagia menghabiskan waktunya
Dua kali lebih banyak untuk memikkirkan kejadian yang tidak menyenangkan,
Sedangkan orang bahagiia cenderung mencari informasi yang membuka wawasan mereka.

So gays . . .u tinggaL pilih maU jadii oraNg bahagia atuw. . . .^^
Setiap masalah dalam hidup kita itu wajar baget karna Tuhan ingin menguji seberapa besar sii
Iman yang kita punya kepada-Nya
masaLah yang kita hadapi toh juga atas izin-Nya terlebih dahulu,tinggal sii paman Lusifer yang beruLah
tapii Tuhan gak tinggaL diam,Tuhan gak akan ngeizinkan manusiia dicobaii melebihii kapasitan imannya
TUHAN tau yang terbaik buat HIDUP KITA =D

Sabtu, 20 Februari 2010

Music ^^


Brick By Boring Brick

by.Paramore


She lives in a fairy tale

Somewhere too far for us to find

Forgotten the taste and smell

Of the world that she's left behind

It's all about the exposure the lens I told her

The angles were all wrong now

She's ripping wings off of butterflies

Keep your feet on the ground

When your head's in the clouds

Well go get your shovel

And we'll dig a deep hole

To bury the castle, bury the castle

Go get you shovel

And we'll dig a deep hole

To bury the castle, bury the castle

Ba da ba ba da ba ba ha

So one day he found her crying

Coiled up on the dirty ground

Her prince finally came to save her

And the rest you can figure out

But it was a trick

And the clock struck twelve

Well make sure to build your home brick by boring brick

Or the wolf's gonna blow it down

Keep your feet on the ground

When your head's in the clouds

Well go get your shovel

And we'll dig a deep hole

To bury the castle, bury the castle

Go get your shovel

And we'll dig a deep hole

To bury the castle, bury the castle

Well you built up a world of magic

Because your real life is tragic

Yeah you built up a world of magic

If it's not real

You can't hold it in your hands

You can't feel it with your heart

And I won't believe it

But if it's true

You can see it with your eyes

Oh, even in the dark

And that's where I want to be, yeah

Go get your shovel

We'll dig a deep hole

To bury the castle, bury the castle

Go get your shovel

And we'll dig a deep hole

To bury the castle, bury the castle

[x2]

Ba da ba ba da ba ba da

Ba da ba ba ba da ba ba

Ba da ba ba da ba ba da

Ba da ba ba ba ba ba ba

Luphe


Bus Cinta


Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis. sebuah bis datang, dan kita bilang " wah, terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh,,!
Aku tunggu bis berikutnya aja deh..

Kemudian, bis berikutnya datang. Kita melihatnya dan berkata,
" Aduh, bisnya kurang asyik nih, nggak bagus lagi...nggak mau ah..

Bis selanjutnya datang, cool dan kita berminat, tapi seakan-akan dia tidak melihat kita dan lewat begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kita. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kita bilang, " Nggak ada AC nih, bisa kepanasan gw"
maka kita juga membiarkan bis keempat itu pergi.

Waktu terus berlalu, kita mulai sadar bahwa kita bisa terlambat pergi ke tempat kerja.

Ketika bis kelima datang, kita sudah tidak sabar, kita langsung melompat ke dalamnya.
Setelah berapa lama, kita akhirnya sadar kalau kita salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kita tuju !
dan kita baru sadar telah menyia-nyiakan waktu kita sekian lama.

Bukankah seperti itu juga dengan kita saat menunggu pasangan hidup..?? :)
sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya.
Padahal tidak ada orang yang 100 % memenuhi keidealan kita.
Dan kita pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100 % sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan untuk calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.
Tentunya dengan jurusan yang sama dengan kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat...tapi kita masih bisa berteriak 'kiri' dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depan kita, semuanya tergantung pada keputusan kita. Daripada kita harus jalan kaki sendiri ke kantor.. dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang kita kasihi.

cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kita menemukan bis yang kosong, kita sukai dan bisa kita percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuan kita, kita dapat berusaha sebisa kita untuk menghentikan bis tersebut di depan kita, agar dia memberi kesempatan kepada kita untuk masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagi kita sendiri, dan bagi dia.

Lalu bis seperti apa yang kita tunggu..??

Bus Cinta


Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis. sebuah bis datang, dan kita bilang " wah, terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh,,!
Aku tunggu bis berikutnya aja deh..

Kemudian, bis berikutnya datang. Kita melihatnya dan berkata,
" Aduh, bisnya kurang asyik nih, nggak bagus lagi...nggak mau ah..

Bis selanjutnya datang, cool dan kita berminat, tapi seakan-akan dia tidak melihat kita dan lewat begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kita. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kita bilang, " Nggak ada AC nih, bisa kepanasan gw"
maka kita juga membiarkan bis keempat itu pergi.

Waktu terus berlalu, kita mulai sadar bahwa kita bisa terlambat pergi ke tempat kerja.

Ketika bis kelima datang, kita sudah tidak sabar, kita langsung melompat ke dalamnya.
Setelah berapa lama, kita akhirnya sadar kalau kita salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kita tuju !
dan kita baru sadar telah menyia-nyiakan waktu kita sekian lama.

Bukankah seperti itu juga dengan kita saat menunggu pasangan hidup..?? :)
sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya.
Padahal tidak ada orang yang 100 % memenuhi keidealan kita.
Dan kita pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100 % sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan untuk calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.
Tentunya dengan jurusan yang sama dengan kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat...tapi kita masih bisa berteriak 'kiri' dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depan kita, semuanya tergantung pada keputusan kita. Daripada kita harus jalan kaki sendiri ke kantor.. dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang kita kasihi.

cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kita menemukan bis yang kosong, kita sukai dan bisa kita percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuan kita, kita dapat berusaha sebisa kita untuk menghentikan bis tersebut di depan kita, agar dia memberi kesempatan kepada kita untuk masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagi kita sendiri, dan bagi dia.

Lalu bis seperti apa yang kita tunggu..??